Eko Wiratno Pengamat Ekonomi dari STIA Madani Klaten.
Melemahnya nilai mata uang rupiah terhadap dollar AS akhir-akhir ini bersifat temporer. Kendati dengan melemahnya nilai rupiah ini mengurangi stok devisa dalam jumlah yang lumayan banyak.
Melemahnya nilai rupiah tentu akan berdampak bagi perekonomian Indonesia. Pengamat Ekonomi dari STIA Madani Klaten Eko Wiratno mengungkapkan, faktor kuat lemahnya rupiah karena faktor sentimen pasar untuk mengantisipasi kenaikan suku bunga acuan bank sentral AS The Fed.
"Dollar menguat terhadap sejumlah mata uang di Asia yang sifatnya hanya temporer semata karena para pelaku pasar bereaksi sebelum FFR (Fed Fund Rate)"
Kenaikan suku bunga AS memicu dana asing keluar dari pasar keuangan senilai hampir 2,3 Miliar dollar AS hal ini yang mengakibatkan rupiah anjlok sehingga dibutuhkan cadangan devisa negara untuk menjaga stabilitas nilai rupiah.
Sementara itu cadangan devisa per akhir Februari lalu sebesar 128,06 Milliar.
Melemahnya nilai mata uang rupiah terhadap dollar AS akhir-akhir ini bersifat temporer. Kendati dengan melemahnya nilai rupiah ini mengurangi stok devisa dalam jumlah yang lumayan banyak.
Melemahnya nilai rupiah tentu akan berdampak bagi perekonomian Indonesia. Pengamat Ekonomi dari STIA Madani Klaten Eko Wiratno mengungkapkan, faktor kuat lemahnya rupiah karena faktor sentimen pasar untuk mengantisipasi kenaikan suku bunga acuan bank sentral AS The Fed.
"Dollar menguat terhadap sejumlah mata uang di Asia yang sifatnya hanya temporer semata karena para pelaku pasar bereaksi sebelum FFR (Fed Fund Rate)"
Kenaikan suku bunga AS memicu dana asing keluar dari pasar keuangan senilai hampir 2,3 Miliar dollar AS hal ini yang mengakibatkan rupiah anjlok sehingga dibutuhkan cadangan devisa negara untuk menjaga stabilitas nilai rupiah.
Sementara itu cadangan devisa per akhir Februari lalu sebesar 128,06 Milliar.

Komentar
Posting Komentar