Langsung ke konten utama

Soal Ujian Tes Perangkat Yang di Duga Bocor Ternyata Hoax.


Usai Talk show Kamis,26 April 2018 di RSPD Klaten.



Gandakan Soal Ujian Perangkat Desa, Unwidha Dijaga Polisi Polsek Ketandan

Dalam rangka mencetak atau menggandakan soal ujian perangkat desa yang akan digunakan dalam ujian perangkat desa, Minggu, 29 April 2018, kini lokasi penggandakan dan pengepakan soal ujian perangkat desa di Universitas Widya Dharma (Unwidha) dijaga polisi dari Polsek Ketandan. Ada sekitar delapan orang hingga 10 anggota Polisi berjaga dilokasi penggandaan soal ujian di Unwidha.


Demikian disampaikan Rektor Unwidha Klaten, Profesor DR Triyono MPd pada acara Talkshow Persiapan Tes Uji Perangkat Desa yang diselenggarakan Bagian Hubungan Masyarakat (Humas) di Radio Siaran Publik Daerah (RSPD) Klaten, Kamis malam, 26 April 2018. Talkshow dipandu reporter RSPD Klaten, Paidi, SPd.


 Talkshow persiapan tes uji perangkat desa tersebut disiarkan langsung RSPD Klaten, Kamis, 26 April 2018 pukul 19.30 WIB sampai pukul 21.00 WIB melalui Frekwensi RSPD Klaten FM 91,60 KHz. Acara tesebut juga menghadirkan empat narasumber masing-masing  Asisten I Setda Klaten dr Ronny Roekmito MKes, Rektor Unwidha Klaten Profesor DR Triyono MPd,   Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermades) Klaten, H Joko Purwanto SSos MM dan Wakil Ketua Paguyuban Camat Klaten Joko Hendrawan SH MM yang menjabat sebagai Camat Klaten Selatan. 


 Pada kesempatan tersebut, Rektor Unwidha Klaten Profesor DR Triyono MPd menyatakan, lokasi penggandaan soal ujian perangkat desa juga dilengkapi CCTV, untuk memantau hal-hal yang tidak diinginkan. Unwidha menjamin pelaksanaan ujian peragkat desa yang ditangani Unwidha berjalan jujur, adil, bersih dan terbuka. 
Untuk teknis pada hari H ujian perangkat desa, Profesor  Triyono menyatakan, soal semuanya dari penggandaan dan pengepakan masih di Unwidha. Sehingga soal ujian tidak diinapkan di desa atau dikecamatan.  Pada Minggu pagi soal dibawa petugas dari Unwidha ke lokasi ujian di tingkat kecamatan  yang menjadi tanggungjawab Unwidha.


Sehingga, tegas Profesor Triyono, tidak ada celah sedikitpun terjadi kebocoran soal. Apalagi dalam ujian perangkat desa ini, Unwidha menerapkan standar operasional yang harus ditaati semua tim dari Unwidha. Sebab Unwidha bertekad melaksanakan amanah ujian perangkat desa yang diberikan Tim Pencalonan dan Pengangkatan Perangkat Desa (TP3D) yang difasilitasi Pemkab Klaten dengan sebaik-baiknya.
Profesor Triyono mengingatkan, kepada masyarakat Klaten khususnya calon perangkat desa agar menolak jika ada oknum yang mengaku bisa meloloskan ujian perangkat desa dengan imbalan sejumlah uang.

Bahkan, jika perlu agar masyarakat melaporkan ke aparat berwajib jika menjumpai oknum yang mengaku bisa meloloskan ujian perangkat desa namun dengan membayar uang, sebab yang bisa meloloskan ujian perangkat desa adalah calon perangkat desa sendiri dengan belajar mata uji perangkat desa dan menguasai praktek komputer.
Profesor Triyono menambahkan, ujian tertulis perangkat desa dengan materi  Pancasila dan UUD 1945,  Pengetahuan tentang Pemerintahan Desa, Kepemimpinan, Bahasa Indonesia, Bahasa Jawa dan Pengetahuan Umum dan Kemasyarakatan  jumlah  120 soal dengan skor 60. Kemudian praktek komputer meliputi MS Word skor 15, MS Excel skor 15 dan MS power point dengan skor 10 sehingga totalnya skor 100 nantinya akan diambil ranking 1 dan ranking 2 untuk disampaikan kepada TP3D yang selanjutnya akan dikonsultasikan camat untuk menentukan perangkat desa yang lolos.  ( Sumber Bagian Humas Pemkab Klaten)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Terimakasih STIA Madani.

Solidaritas STIA Madani untuk masyarakat yang terdampak banjir di Jiwo Kulon dan Jiwo Wetan. Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Madani yang beralamatkan di Pilangsari, Gondang, Kebonarum, Klaten sabtu(02/12) siang mengadakan Bhakti Sosial di dukuh Jiwo Kulon , Desa Trotok, Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten. Penanggung jawab kegiatan Drs. H. Heru Maryanto, M.Si membenarkan adanya Bhakti sosial yang dilaksanakan Sabtu(02/11) dengan 4 titik yaitu di Dukuh Jiwo Kulon Desa Trotok, di Dukuh Tegalsari Desa Pacing, Dukuh Muker Kidul Desa Melikan serta Dukuh Melikan Desa Melikan yang keempatnya berada di Kecamatan Wedi. "Kami dari LPPM bersinergi dengan Yayasan Insan Bhakti Klaten dan segenap civitas akademika STIA Madani baik dosen, karyawan, para mahasiswa guyup ikut Bhakti sosial di wilayah yang terkena dampak banjir di kecamatan Wedi", tutur Heru. Sementara itu salah satu penerima solidaritas STIA Madani Peduli Banjir Rohdi(51) mengucapkan terimakasih kepad...

Relawan Cantik ini siaga di Jiwo Kulon.

Relawan Banjir ini Virral di Media Sosial. Banjir yang berlangsung dari hari senin(27/11) sampai rabu(29/11) dinihari yang mengguyur wilayah Kabupaten Klaten membuat hampir sebagian wilayah terdampak banjir. Seperti halnya yang terjadi di wilayah kecamatan Wedi yang mengakibatkan beberapa dukuh dibeberapa desa tergenang air. Tercatat dalam kurun waktu seperempat abad(25 tahun_red) baru tahun ini sebagian wilayah Jiwo Kulon terkena banjir akibat luapan sungai Dengkeng akibat ada tanggul yang jebol. Seiring dengan itu jalan raya Wedi - Bayat yang melintasi dukuh Jiwo Kulon dan Jiwo Wetan juga terkena imbas meluapnya sungai Dengkeng. Jl. Wedi-Bayat , Jiwo Kulon mulai tergenang air pukul 01:30 WIB tadi. Disinilah relawan dari Jiwo Kulon mulai melaksanakan aksi sosialnya. Diantara mereka ada sesosok relawan cantik yang ikut peduli disini. Usut punya usut ternyata relawan ini virral di Media Sosial. Wah ternyata relawan ini masih sebagai mahasiswa ...

BEM STIA Madani "nyawiji" di Watu Prau.

BEM STIA Madani "Nyawiji" di Watu Prau. Sabtu siang(03/03/2018) keluarga besar Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi(STIA)  Madani Klaten mengadakan studi wisata di Obyek Wisata Watu Prau, Gunung Gajah, Bayat, Klaten. Rombongan BEM STIA Madani diterima langsung oleh Pemerintah Desa setempat yang diwakili Wakil Ketua BPD setempat Harsana Dwi Admaja.  BEM dipimpin oleh ketuanya  H. Wahyudi di dampingi oleh para dosen antara lain Farida PH, Erry SP, Eko Wiratno. Agenda pengurus BEM di Watu Prau diantaranya adalah rapat Pleno kegiatan periode 2018-2019 dilanjutkan pembahasan proposal kegiatan mahasiswa yang di pimpin oleh para dosen yang hadir dan ditutup dengan rekreasi di Obyek Wisata Watu Prau sampai pukul 16:55 Wib sore tadi. Salah satu pengurus BEM STIA Madani Luluk(19) merasa senang masuk di pengurus BEM kali ini. "Di BEM wawasan keilmuwan kita bisa tambah," ujar mahasiswi dari Kalimantan ini. Sementara itu Pemerintah Des...