Langsung ke konten utama

Memprihatinkan, Panwaslu Hanya Sebagai Sambilan.

Pengamat Kepemiluan Kabupaten Klaten Eko Wiratno.


   ''Saya ikut prihatin pekerjaan sebagai panitia pengawas pemilu kabupaten maupun kecamatan hanya dijadikan pekerjaan sambilan semata, padahal biaya yang dikucurkan pemerintah sangatlah besar''.

   Pengamat Pemilu Kabupaten Klaten Eko Wiratno, S.Sos, MM mengatakan hal itu kepada awak media Senin (26/02/2018).

   Berdasarkan pengamatan dia Panwaslu Kabupaten Blora dan Magelang masih merangkap sebagai wartawan. Di Kabupaten Brebes panwasnya PNS dan
merangkap sebagai kepala sekolah.

   Di Kabupaten Batang, ketua panwas merangkap dosen Unikal tanpa mengajukan cuti.

   Di Grobogan salah satu panwaslunya juga merangkap dosen dan belum cuti. ''Bahkan
panwascam banyak yang PNS, guru bersertifikasi. Di salah satu kecamatan anggotanya semuanya guru bersertifikasi,'' katanya.

   Pendiri Arwira Foundation ini prihatin, karena tugas negara mengawasi jalannya pesta demokrasi hanya dijadikan pekerjaan sambilan.

   Menurut analisa dia, bagi panwas yang masih merangkap kerja itu tidak serius dalam mengemban tugas sebagai panwas. Padahal kalau kerja tidak serius itu ada kecenderungan untuk tidak setia terhadap pekerjaannya. Akibatnya bisa mudah terpengaruh.

    Ia khawatir kalau pengaruhnya berupa tindakan menyimpang berupa gratifikasi ataupun suap. Sebagaimana terjadi di Garut, Jawa Barat oknum komisioner KPU dan panwaslu diduga menerima suap dari salah satu bakal calon yang tidak lolos.

   Eko Wiratno selanjutnya mengatakan, rangkap kerja panwas di Jateng jelas-jelas mencederai janji saat FPT dulu.

    Ia juga terusik dengan telah banyaknya laporan ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilihan Umum (DKPP), dengan terlapor pengawas pemilu. Apakah karena rekruitmennya atau karena pembinaan pasca rekruitmen. Mumpung pilkada serentak belum dimulai, ia ingin berbagai kekurangan perlu didandani sekarang, ujar suami dari Dwi Suci Lestariana, SP, MP ini. (*)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Terimakasih STIA Madani.

Solidaritas STIA Madani untuk masyarakat yang terdampak banjir di Jiwo Kulon dan Jiwo Wetan. Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Madani yang beralamatkan di Pilangsari, Gondang, Kebonarum, Klaten sabtu(02/12) siang mengadakan Bhakti Sosial di dukuh Jiwo Kulon , Desa Trotok, Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten. Penanggung jawab kegiatan Drs. H. Heru Maryanto, M.Si membenarkan adanya Bhakti sosial yang dilaksanakan Sabtu(02/11) dengan 4 titik yaitu di Dukuh Jiwo Kulon Desa Trotok, di Dukuh Tegalsari Desa Pacing, Dukuh Muker Kidul Desa Melikan serta Dukuh Melikan Desa Melikan yang keempatnya berada di Kecamatan Wedi. "Kami dari LPPM bersinergi dengan Yayasan Insan Bhakti Klaten dan segenap civitas akademika STIA Madani baik dosen, karyawan, para mahasiswa guyup ikut Bhakti sosial di wilayah yang terkena dampak banjir di kecamatan Wedi", tutur Heru. Sementara itu salah satu penerima solidaritas STIA Madani Peduli Banjir Rohdi(51) mengucapkan terimakasih kepad...

Relawan Cantik ini siaga di Jiwo Kulon.

Relawan Banjir ini Virral di Media Sosial. Banjir yang berlangsung dari hari senin(27/11) sampai rabu(29/11) dinihari yang mengguyur wilayah Kabupaten Klaten membuat hampir sebagian wilayah terdampak banjir. Seperti halnya yang terjadi di wilayah kecamatan Wedi yang mengakibatkan beberapa dukuh dibeberapa desa tergenang air. Tercatat dalam kurun waktu seperempat abad(25 tahun_red) baru tahun ini sebagian wilayah Jiwo Kulon terkena banjir akibat luapan sungai Dengkeng akibat ada tanggul yang jebol. Seiring dengan itu jalan raya Wedi - Bayat yang melintasi dukuh Jiwo Kulon dan Jiwo Wetan juga terkena imbas meluapnya sungai Dengkeng. Jl. Wedi-Bayat , Jiwo Kulon mulai tergenang air pukul 01:30 WIB tadi. Disinilah relawan dari Jiwo Kulon mulai melaksanakan aksi sosialnya. Diantara mereka ada sesosok relawan cantik yang ikut peduli disini. Usut punya usut ternyata relawan ini virral di Media Sosial. Wah ternyata relawan ini masih sebagai mahasiswa ...

BEM STIA Madani "nyawiji" di Watu Prau.

BEM STIA Madani "Nyawiji" di Watu Prau. Sabtu siang(03/03/2018) keluarga besar Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi(STIA)  Madani Klaten mengadakan studi wisata di Obyek Wisata Watu Prau, Gunung Gajah, Bayat, Klaten. Rombongan BEM STIA Madani diterima langsung oleh Pemerintah Desa setempat yang diwakili Wakil Ketua BPD setempat Harsana Dwi Admaja.  BEM dipimpin oleh ketuanya  H. Wahyudi di dampingi oleh para dosen antara lain Farida PH, Erry SP, Eko Wiratno. Agenda pengurus BEM di Watu Prau diantaranya adalah rapat Pleno kegiatan periode 2018-2019 dilanjutkan pembahasan proposal kegiatan mahasiswa yang di pimpin oleh para dosen yang hadir dan ditutup dengan rekreasi di Obyek Wisata Watu Prau sampai pukul 16:55 Wib sore tadi. Salah satu pengurus BEM STIA Madani Luluk(19) merasa senang masuk di pengurus BEM kali ini. "Di BEM wawasan keilmuwan kita bisa tambah," ujar mahasiswi dari Kalimantan ini. Sementara itu Pemerintah Des...